Papua Selatan Dikepung Hampir 4.000 Titik Panas, BMKG Deteksi Asap Lintas Batas dari Papua Nugini
Suara Nurani – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mopah Merauke merilis data mengkhawatirkan terkait lonjakan aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Papua Selatan, Jumat (11/09/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 sejak pukul 02.00 hingga 17.00 WIT, terdeteksi sebanyak 3.982 titik panas bertebaran di wilayah Papua Selatan.
Dari ribuan titik yang terdeteksi, konsentrasi titik panas terpantau cukup rapat di beberapa kawasan, termasuk daerah Kota Merauke.
Baca Juga :
- Berbekal Semangat Mengabdi Tidak Pernah Pudar, Santoso Berencana Mendaftar Pada Pilkades 2027
- Cerobong Asap jadi Saksi Bisu Sejarah Industri Gula di Juwono
- Rekreasi Bersama Perangkat desa, kader PKK, ini Jelas Kepala Desa

Selain titik panas yang melonjak tajam, hasil analisis citra satelit Himawari 9 SM per pukul 14.50 WIT mengonfirmasi adanya fenomena transboundary haze atau kabut asap lintas batas. Pergerakan asap terpantau bertiup dari wilayah Papua Nugini menyeberang masuk ke wilayah Papua Selatan.
Arah pergerakan asap ini mengikuti pola angin dominan yang bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Laut hingga Utara. Fenomena sebaran asap ini tidak hanya berdampak pada Papua Selatan, tetapi juga terdeteksi meluas hingga ke wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan kualitas udara serta dampak kebencanaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meningkat di wilayah Papua Selatan. (Nuryani)
